21.2.13

Portofolio Indonesia

02.57 Posted by Unknown No comments
KUMPULAN KATA PANTUN CINTA UPDATE 2013


Ada golok sudah tumpul, diasah sama bang Ipul, you make may days beautiful and my nights wonderful .
Ada burung cendrawasih, makan duku sampe modar, percayalah kasih, kasih sayangku takkan pernah pudar.
Hari jumat hujan lebat, awan mendung hitam pekat, rayuanmu sungguh hebat, mampu membuatku terpikat.
Ada orang Maluku di jitak, dijitak sama orang Ba...tak, selama jantungku masih berdetak, cintaku tak akan luluh lantak.
Sungguh bahaya ular berbisa, bila tergigit akan koma, sungguh bahagia kurasa, bila kita slalu bersama.
Jangan pernah ke selokan, nanti kotor ditertawakan, jangan pernah ragukan, janji setia yg ku ikrarkan.
Ke kota ngajar sihir, meski belum mahir, cinta ini takan berakhir, meski hidup telah berakhir.
Kamar kos-kosan bentuknya persegi, disewa tukang roti, takan bosan kuucapkan slamat pagi, untukmu sang pemilik hati .
Single bukanlah takdir; tapi tangga menuju kedewasaan. bukalah cinta dari semua tabir; biar hidupmu dalam lingkup kebahagiaan.
Manchester City dua; Arsenal kosong. terlepas dari tipu-daya cintanya; kini hatiku terasa plong.
Beli majalah bobo di pasar cikini. Ya udah kamu bobo, aku jagain dari sini.
Kemacetan jalan Jakarta; bukan karena si Komo lewat. sejak kita menjalin cinta; ngelakuin apapun aku jadi makin semangat.
Itu bukan salahmu; tapi salah yang membantu. takdir cintaku adalah kamu; yang akan selalu melekat pada diriku.
Tepi kolem nanam jamur | biji tomat numbuh pepaya || Tiap malem susah tidur | masih teringat indah matanya .
Buka pintu ada benalu..ada kismis di atas batu | hey kamu putri malu, cuma ingin bilang ai miiiiss yuu..
Daripada ngebikin sambal, mendingan ngebikin kue getuk. Daripada aku terus ngegombal, mendingan kita jadian aja yuk. .
Burung gagak suka dikandangin, kalo gajah suka dilepasin. Katanya gak suka dibohongin, tapi malah suka digombalin.








MENDALI TERAKHIRNYA
Kary Edi Purwanto

Siang itu angin bertiup kencang dan tak tentu arah, awan mendung datang hingga langit meneteskan air hujan seakan menjadi gambaran suasana hatiku saat itu. Bagaimana tidak sedih kalau saat itu aku mendengan kabar bahwa dana dari sekolah untuk keberangkatanku dan tiga temanku lainnya untuk mengikuti lomba silat di tingkat Provinsi tidak ada. Padahal kami sudah latihan mati-matian. Boleh di bilang latihan kami itu mengerahkan segala daya dan upaya walaupun kadang kala masih kurang maksimal karna fasilitas-fasilitas yang kurang lengkap di daerah kami. Ya…maklumlah tinggal di pulau kecil. 

Namun, walaupun dengan keterbatasan yang ada kami tetap berusaha keras dan akan membuktikan kepada semua orang bahwa anak pulau juga bisa sukses dan tidak kalah dengan anak-anak kota sana. Kami menggunakan alam sebagai fasilitas kami untuk latihan. Ya…seperti lari di pasir dan mengangkat teman untuk latihan beban. Namun sayangnya semangat itu hampir hilang karna kabar tidak adanya dana tadi dan terpaksa harus berangkat dengan dana sendiri-sendiri. Sementara orang tuaku hidup dengan bekerja sebagai petani yang penghasilannya tidak menentu dan sulit untuk mendapatkan uang dalam waktu yang singkat. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB0_LiaTAMajqDxs1ysVdvju1rVz8la67E0OGCY2Rg-VKJ5fB_a3LBNyyCKBrr_DOoi3If4ilNY5DY123U8fBE5r6HrJ_Rzh7paWyeH9HU5_5jm8lzDsu8mmlnM0yk5ykdeHohuVcTbQ8/s400/Cerpen+medali.jpg

Malam harinya, aku tidak nonton TV bersama keluargaku seperti biasanya karna saat itu aku merasa ngantuk jadi habis sholat isyak aku langsung tidur. Hingga beberapa lama kemudian aku melihat sebuah mahkota yang indah, terbuat dari emas asli dengan hiasan tiga permata berkilau berjajar di mahkota itu. Dan di atas tiga permata itu ada satu permata yang lebih indah dari permata lainya. Mahkota itu di jaga oleh seorang wanita cantik memakai gaun putih seperti putri kerajaan gitu deh,,,,,. Banyak orang yang berlari-lari untuk mendapatkan mahkota itu tetapi mereka tidak ada yang berhasil mendapatkannya. Hingga aku juga tertarik untuk mendapatkannya. Aku mulai berjalan pelan-pelan mendakati mahkota itu. Tetapi sebelum sampai ke mahkota itu akupun terjatuh. Meskipun terjatuh tetapi aku terus berusaha untuk mendekati mahkota itu dengan merangkak karna kakiku tak kuat lagi untuk berdiri. Dan akhirnya aku sampai juga di meja itu. 

Kemudian wanita itu memegang tanganku dan berkata ‘’ berdirilah’’ aku berusaha berdiri dengan memegang tangannya hingga aku kini berdiri di depannya ‘’ pakailah mahkota ini dan aku pulang bersamamu untuk menemani hari-harimu’’ kata wanita itu sambil memakaikan mahkota di kepalaku, lalu aku menggandengnya. Tiba-tiba terdengar ‘’allahuakbar-allahuaakbar’’ hemmmm,,, akupun terbangun dari tidurku dan mematikan alarem HPku, ternyata mahkota dan wanita itu hanyalah sebuah mimpi , aku lihat HPku ternyata sudah jam 01.30 WIB. Aku beranjak dari tempat tidurku menuju ke kamar mandi masih dengan bayang-bayang mimpi itu di kepalaku, baru bayangan itu hilang dari fikiranku setelah aku membasuh wajahku dengan air whuduk. Kemudian selesai ambil whuduk aku kembali ke kamar. 

Terus memakai sarung,baju serta kopyah. Tak lama setelah itu ku ambil sejadah di lemariku dan ku bentangkan di lantai lalu selanjutnya akupun sholat tahajjud dua rakaat. Setelah salam ku tengadahkan kedua tanganku memohon ampun kepada ALLAH SWT. Selanjutnya setelah selesai do’a ku usap wajahku dengan kedua tanganku di teruskan dengan sujud. Dalam sujud itu ku curahkan dan aku sampaikan semua keinginanku. Selesai sujud aku ganti baju dan tidur lagi. Akupun tertidur pulas dengan seketika. Setelah bangun ternyata sudah jam 05.45 WIB. Aku hampir telat sholat subuh. Lalu aku mengambil wudhuk dengan segera dan langsung sholat subuh. Untunglah, ternyata ALLAH masih memberiku kesempatan untuk sholat subuh. Sehabis itu aku mengambil sapu dan memberantas sampah-sampah hingga lantai dan halaman rumahku bersih. Kemudian makan pagi ,mandi terus berangkat ke sekolah. Begitulah aktifitasku setiap hari.

Sepulangnya dari sekolah aku sholat dhuhur dulu. Di lanjutkan makan siang dan sudah menjai rutinitas setiap sore pergi ke latihan silat di sekolah. Sesampainya di tempat latihan aku dan empat teman lainnya berdo’a sebelum latihan. Setelah itu kami melakukan pemanasan supaya otot kami tidak terkejut nantinya saat melakukan gerak. Pelatih kami dating tidak lama setelah kami selesai melakukan pemanasandan dia langsung mengambil Stopwath dan peluit sambil menjalankan Stopwath yang di pegangnya. Kami pun mulai berlari sampai akhirnya terdengar bunyi peluit, kami baru berhenti karna itu tandanya sudah sampai 12 menit.

 Beluum selesai capek karna lari. Kami langsung di suruh Push-up, Set-up, Back-up dan Updominal. Lima latihan itu adalah menu wajib latihan kami yang harus di lakukan setiap hari. Baru yang lima itu selesai beralih kelatihan teknik yaitumemperagakan jurus tunggal yang berjumlah seratus gerak dengan empat kali pengulangan. Dan setiap peragaan harus selesai dengan durasi waktu 3 menit tidak boleh kurang dan lebih. Selesai latihan kami selalu berdo’a sebelum pulang. Selesai berdo’a kami langsung menuju parkir untuk mengambil sepeda. Tiba-tiba andi berkata ’’hay,,,gimana kita besok dah berangkat ni,udah siap belum?’’ jawab Ana dan Sila dengan serempak.’’Kamu dit, gimana siap, kok diam saja dari tadi ?’’ Andi bertanya sambil menatapku.’’Ya aku juga siap’’ jawabku dengan sura pelan.’’masalah dana?’’ Andi kembali bertanya kepadaku. 

Akupun menarik nafasku dalam-dalm kemudian menjawab pertanyaan Andi ‘’ya,,,Andi aku pakai semua tabunganku untuk bias ikut pertandingan ini’’.’’baguslah kalau sudah siap semua,semoga kita dapat gelar juara’’ kata Andi dengan lega. Ana,Syila, dan Aku menjawab dengan segera dan serempak ‘’AMIN”!.’’ Ayo kita pulang besok langsung ngumpul di dermaga’’ kata Syila sambil menyalakan sepeda motornya. ‘’ok’’ jawab kamidengan serempak. Kami pun akhirnya pulang kerumah masing-masing. Aku sampai di rumah saat matahari hampir terbenam. Akupun langsung mandi dan tak lama setelah aku selesai mandi terdengar kuandang suara azan magrib. Lalu aku sholat magrib di teruskan mengaji sampai tiba waktu sholat isyak, habis sholat isyk aku baru mengganti bajuku dan mempersiapkan segala sesuatu yang akan di bawa besok. Baru setelah itu aku nonton TV bersama keluargaku kira-kira jam 09.00 malam aku masuk ke kamarku terus tidur.
Keesokan harinya, 12 february 2012. Aku sudah siap berangkat dengan semua peralatan yang ak bawa. Namun sebelum berangkat aku melaksanakan sholat dhuha dua rakaat terlebih dahulu. Setelah itu aku pamit pada ibuku, sebelum keluar pintu aku diam sejenak di pintu dan memejamkan mataku sambil membaca do’a.
‘’bismikallahitawakkaltu alallah’’. Kemudian ku lngkahkan kaki kananku keluar dari pintu rumahku. Ayahku mengantarkan aku ke dermaga. Sampai di dermaga ternyata Mas Jaja, Ana, Syila dan Andi sudah datang duluan. Pukul 10.00 WIB perahu yang membawaku berangkat. Ku lihat lambaian tangan ayahku dari perahu yang semakin lama semakin mengecil dan akhirnya aku tak dapat lagi melihatnya. Empat jam lamanya aku menikmati panorama indahnya laut dan pukul 14.15 menit kami sampai di pelabuhan kalianget. Kami mampir di warung sebentar untuk mengisi perut yang osong. Setelah dahaga dan rasa lapar kami terobati. 

Kamipun kembali melanjutkan perjalanan kami. Tempat yang kami tujuh adalah kota Malang karna disana tempat di adakaannya pertandingan tingkat provinsi tersebut. Tetapi kami sengaja mampir dulu di pamekasan selama satu minggu untuk latihan bersama antara kontingen perisai diri sumenep dan tim perisai diri pamekasan. Dua kontingen ini bersatu dengan nama kontingen perisai diri Madura. Saat aku masuk kerumah pelatih PD( perisai diri ) pamekasan yang merupakan tempat tinggal kami selama satu minggu. Mataku tiba-tiba terpana melihat seorang gadis memakai kerudung putih dan jantungku langsung berdetak lebihn kencang, tubuhku panas serta keringatku mengalir dengan deras. Karena waktu itu sudah sore jadi kami tim perisai diri sumenep meletakkan tas kami dan membaringkan tubuh kami di kamar yang sudah di sediakan untuk melepas penat selama perjalanan. Tak lama kemudian terdengar suara ketokan pintu ‘’tok-tok-tok,’’assalamualaikum’’.’’ Waalaikum salam’’Dit,,bukakan pintunya’’ suruh mas Jaja kepadaku’’. ‘’ya mas’’ jawab aku. 

Aku segera membuka pintu dan setelah aku buka ternyata yang di balik pintu adalah gadis berkerudung putih itu terlihat membawa minuman dan camilan di tangannya.’’ Ma,,masuklah’’ aku menyuruhnya masuk dengan suara gugup. Aku gak tau kenapa setiap kali ada dia selalu ada rasa yang tak biasa pada diriku dan hal ini baru pertama kali aku rasakan.’’ini minuman dan camilan untuk mengganjal perut kalian dulu’’ kata wanita itu sembari manyuguhkan minuman dan camilan itu dengan senyum manis.’’makasi, gak usaa repot-repot dek’’ kata mas jaja.’’gak repot kok mas’’ jawab wanita itu. Lalu wanita itu keluar dari kamar kami. 

Akan tetapi bayangannya tak perna lpas dari mataku. Karena sakin penasarannya aku dengan wanita itu. Tanpa sadar aku langsung bertanya kepada mas jaja pelatihku’’ mas, itu siapa?.’’ ‘’ oh itu aisyah. Dia juga akan ikut pertandingan di malang turun serang hinder kelas B remaja putri. Emangnya kenapa?’’ mas jaja balik nanya.’’ ‘’ gak kenapa-kenapa mas’’ jawab aku. ‘’ ah paling dia naksir cewek itu mas’’. Kata Andi.’’ Cie- cie….cinta pada pandangan pertama nihhh’’ sambung ana dan syila dengan kompak. ‘’ ah kalian ini ‘’ aku mencoba mengelak . ‘’ heheheh…sudah-sudah kalian harus focus ke pertandingan jangan mikirin yang lain’’ mas Jaja mengingatkan kami. Suasana menjadi sepi kembali. Ana dan syila kembali merapikan baju-baju yang ada di tasnya. Andi sibuk melatih pukulan-pukulannya. Sementara aku sendiri mencoba menghapus baying-bayang wanita itu dengan melatih jurus golokku.

Hari pertama latihan di pamekasan suasananya agar berbeda karena di sini kita hanya focus ke pertandingan. Tidak memikirkan sekolah dan pelajaran. Pagi-pagi sebelum matahari terbit kami sudah elakukan STREACING. Pada hari pertama ini kontingen PD sumenep dan kontingen PD pamekasan berkenalan terlabih dahulu. Baru setelah itu melakukan STREACING atau pemanasan. Selanjutnya lari selama 20 menit. Kemudian lari cepat 100 meter sebanyak 5 kali, terus setelah itu lari bolak-balik dan Bumerang-Run masing-masing sebanyak 5 kali. Dan menu latihan yang terakhir untuk pagi adalah permainan seperti bermain bola, bola kasti dan permainan lain yang membuat kita capek. Setelah itu, pertandingan dan beberapa minit setelah itu kami semua makan pagi. Latihan pada sore hari ini di fokuskan pada tehnik bukan fisik seperti pada latihan pagi. Latihan teknik sama dengan yang latihan di sapudi hanya saja latihan memperagakan jurus tunggalnya di ulang seplah kali.

Hari kedua menu latihannya tidak jauh beda dengan latihan yang hari pertama. Para atlit kontingen Madura semakin akrab. Begitupun rasa yang aneh yang aku rasakan pada aisyah wanita kerudung putih itu semakin besar apalagi saat dia memberikan air untukku saat istirahat latihan teknik. Dia begitu perhatian kepadaku, senyumnya yang manis, sikapnya yang baik, tidak pantang menyerah dan semua yang ada padanya membuat aku tak bias menghapus bayangannya dalam memori otakku. Dua hari kenal ternyata sudah cukup untuk membuat aku dan dia akrab. Aku semakin tertarik padanya. Di selalu memberikan semangat untukku.

Hari ketiga kami sudah terbiasa dengan latihan-latihan fisik dan teknik yang di berikan oleh para pelatih. Hari ke tiga ini adalah hari terakhir kita latihan keras karena latihan sudah tinggal empat hari lagi takutnya kalu terus di paksa otot akan mencapai titik jenuh sehingga tidak maksimal nantinya dalam pertandingan. Hari ini ada suatu kejadian yang dramatis. Saat itu aisyah sedang laihan gerakan-gerakan keseimbangan seperti kuda-kuda dengan satu kaki. Namun ternyat dia hampir jatuh karena kehilangan keseimbangan. Dan anehna aku secara spontan langsung menyanggahnya sehingga dia tidak terjatuh Di saat aku menyanggahnya dia menatap mataku seakan-akan memberikan sinyal yang sama seperti sinyal yang kuberi padanya namun aku sendiri tidak pernah tau sinyal apakah itu.aku segera melepaskan tanganku darinya karena mendengar perkataan mas jaja “Aisya, Ayo latihan lagi ! tolong keseimbangannya ditingkatkan lagi”. “Makasih ya !” kata Aisyah sambil dia berdiri untuk latihan lagi. Dan akupun kembali melanjutkan latihanku juga.

Hari berlalu begitu cepat. Langit diufuk barat kini menampakkan wajahnya dengan
warna agak kemerah-merahan. Dan matahari mulai malu menampakkan sinarnya serta
bersembunyi dari pandanganku. ya itulah tandanya latihan terakhir ini sudah berakhir.Aku terasa berat mengakhiri hari ini karena jika hari berakhir maka akutidak bias melihat sikerudung putih itu. Akan tetapi,aku harus rela hati ini juga untuk kebaikannya.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku sudah bangun. aku keluar sendirian menghirup udara segar sambil melakukan gerakan-gerakan ringan ( kring……kring……)bunyi sms. kemudian aku lihat HPku dan kubaca pesanku. Aku terkejut saat membaca pesan yang kuterima dari nomor yang sebelumnya tidak pernah aku kenal.sms itu berisi ancaman kepadaku supaya mundur dari pertandingan yang akan aku ikuti. Aku tidak membalas sms itu karena aku fikir itu hanya orang iseng aja. Beberapa menit kemudian ada sms lagi dari nomer yang sama “Aku gak pernah main-main, mundur dari kejurda ini atau kamu akan tau akibatnya”. bunyi sms itu “deg,,dug” tiba-tiba jantungku berdetak lebih keras dan cepat. Aku rasa ini bukan lagi orang iseng tapi memang beneran. Karena khawatir aku bercerita tentang semua itu keaisyah melalui sms. Aisyah menyuruhku memberitahukan masalah ini ke mas jaja dan mbak ati selaku OFFICAL dan sekaligus pelatih kami. Namun aku tidak ingin menambah beban mereka.Aku ingin menyelesaikan masalah ini bersama aisyah tanpa ada orang lain yang tau.

Kini sudah tiba waktunya kontingen Madura berangkat ke kota malang. Semua atlet sudah berkumpul lagi dirumahnya mbak ati dengan segala perlengkapannya. Kami berangkat tak lama setelah raja siang menampakkan wajahnya. Dengan bus yang sederhana kami berangkat dari pamekkasan temanku yang lain sepertinya sangat menikmati perjalanan ini. Apalagi saat kami singgah di warung makan di sekitar pintu masuk menuju jembatan suramadu Mereka asyik foto-foto, bercanda dan ngobrol-ngobrol sambil menyantap makanan yang dibelinya. sementaraaku hanya berdiam diri. Ya sms itu masih menghantui pikiranku. Saat aku duduk diam membisu datang aisyah memberi motivasi kepadaku “sudah jangan terlalu difikirkan mungkin itu Cuma orang iseng, Lagian kamu kan gak tau dia”.
‘’iya sih, tapi aku takut dia itu nyakitin orang-orang yang aku saying kalau Cuma aku yang di ancam sih gak takut sama sekali’’ jawab aku. ”lebih baik kamu berdo’a saja, serakan semuanya kepada Allah.’’ Aisyah ngasi saran ke aku “ iya betul” sahut aku.
Obrolan kami terhenti karna kami akan melanjudkan perjalanan. Kami masuk kembali ke bus. Kali ini aku duduk bersama Aisyah di dekat jendela. Perjalanan ini terasa lebih indah. Panorama jembatan suramadu yang indah, di tamba angin bertiup sepoy-sepoy membisikkan syair-syair cinta kepadaku. Tak terasa kita sudah sampai di kota malang. Suasana yang panas berubah menjadi dingin, padahal aku waktu itu asih siang bolong. 

Bus berhenti di rumah dekat tempat pertandingan yang kami sewa selama pertandingan berlangsung.“ Anak-anak kalian turun dan langsung istirahat di rumah ini, yang mau sholat, sholat dulu, saya dan mbak atinya mau k secretariat pertandingan untuk pendaftaran ulang kalian, mengerti?” kata mas Jaja. “ ya mas” jawab kami. Mereka berdua berangkat ke secretariat pertandingan. Dan kamipun masuk kedalam rumah itu. Karena tidak ada kegiatan, aku mengambil HPku dan login di facebook. Aku mendapat 6 pesan di Fb. Setelah aku buka, aku terkejut saat melihat pesan terbaruku yang di kirim oleh orang misterius itu.
“Rumanya nyalimu besar juga, temui aku di depan rumahmu” pesan misterius itu
“Siapa kamu dan kenapa aku harus menemuimu?” balasan dari aku
“Kamu tidak perlu tau siapa aku, temui saja aku sekarang”
“Sebenarnya apa maumu”?
Masih Tanya, aku mau kau tidak ikut dalam pertandingan ini”.
“Apa alasannya”?
“Jangan banyak Tanya, sekarang temui saja aku”
“Baiklah”!
Akupun keluar untuk menemui dia .namun, setelah aku membuka pintu pagar rumah, aku tidak menemukan seorangpun yang kutemui hanyalah bingkisan yang ada di depan pagar. Aku penasaran dengan isi bingkisan itu. Kemudian aku membuka bingkisan itu dan ternyata isinya adalah ayam yang di sembelih dan surat dengan tulisan darah ayam itu.”mundur dari kopetensi ini atau kamu akan bernasib sama seperti ayam itu” isi surat itu. Dan tiba-tiba ada seseorang yang menendangku dari belakang. Aku terjatuh, aku tak bias melihat wajah orang misterius itu karena dia menggunakan topeng. Aku berusaha bangun akan tetapi dia menyerangku lagi. Perkelahian tak bisa di bendung lagi, ia memukul dengan tangan kananya tapi, aku memutar badanku kekanan dan langsung memukulnya dengan cepat dan keras tepat dadanya. Tetapi, sayangnya dia tidak mereskon pukulanku. Seperti dia sudah menguasai pernafasan dengan sempurna. Kami saling pukul, saling tendang, saling tolak dan saling serang hingga akhirnya dia menendang aku dari kejauhan dengan seluruh kekuatannya.

Untungnya tidak mempunyai serangan yang cepat walaupun serangannya sangat keras. Dengan mudah aku dapat menangkap kakinya. Lalu kuangkat dan ku jatuhkan orang misterius itu ke tanah dengan cepat dan keras. Hah sayangnya lagi-lagi dia tidak merasakan kesakitan dan malah setelah terjatuh di tanah dia menyapu kakiku hingga aku terjatuh. Dia bangun dan bersiap-siap menginjakku. Aku memejamkan mataku dan ku keraskan tubuhku hanya itulah yang bias aku lakukan karena aku masih belum sanggup berdiri.” BRUKKKKK!” suara tendangan terdengar keras. Aku kira aku sudah di injak oleh dia tetapi setelah aku buka mataku, aku tidak apa-apa dan ternyata orang itu memegang rusuknya an merasa kesakitan karena terkena tendangan sabit dari mas Jaja . kemudian orang itu lari terburu-buru.
“ Dit, bangunlah “ kata mas Jaja sambil memberikan tangannya.
‘’ makasih mas, mungkin aku sudah mati kalau tidak ada mas”.
“ sebenarnya ap yang telah terjadi?”
“ orang itu menerorku mas, dia ingiin aku tidak ikut dalam pertandingan”
“ kenapa kamu baru cerita sekarang?”
“soalnya aku takut menambah beban mas dan mbak”
“ya, jangan kefikiran teror itu lagi, dia gak akan berani ganggu kamu lagi. Sekarang kamu focus ke pertandingan saja”
“ ya mas”
“ sudah,sudah, ayo masuk dulu biar cepat aku obati” sambung mbak ati dari dalam bus
Kami akhirnya menghentikan obrolan kami dan masuk kedalam rumah
Malam harinya, semua kontingen berkumpul di tempat pertandingan. Malam itu peserta dan wasit juri di hibur sebelum memasuki pertandingan. Kami malam itu benar-benar menikmati panggung hiburan itu. Apalagi di tambah hidangan makanannya yang enak-enak. Saat itu malam yang sangat meriah karena semua pesilat pilihan dari masing-masing kota atau kabupaten di jawa timur berkumpul di suatu tempat. Dan aku semakin senang karena sampai saat ini orang misterius itu tidak meneror aku lagi.

Keesokan harinya pukul 07.00 kontingen kami semua berangkat ke gelenggang untuk mengikuti upacara pembukaan. Upacara menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia raya. Pertandingan di buka dengan di pukulnya gong sebanyak tiga kali oleh pak gubeur jawa timur(pak de Karwo).

Selesai upacara pembukaan pertandingan di mulai dari babak penyisihan untuk kategori pertarungan versi IPSI dan serang hindar di putaran ini semua atlet PD Madura masih bartahan. Tetapi di putaran ke dua dua atlet putra dari Pamekasan gugur. Sementara Ana dan Syinta gugur saat memperebutkan tiket menuju semi final. Aku baru bermain di hari ke empat untuk babak penyisihan. Jumlah peserta untuk ketegori jurus tunggal putra adalah PUL B= 15 orang. Aku masuk PUL A. Alhamdulillah di babak penyisihan aku berhasil masuk final. Di PUL A yang masuk final adalah pesilat dari Madura yaitu aku, dari Malang dan dari Surabaya. Sementara yang masuk PUL B pesilat dari Banyuwangi, Mojokerto dan Pasuruan. Enam pesilat seni ini akan diadu lagi dan di ambil tiga pemenang dalam babak final. Saat ini yang masih bertahan dari kontingen Madura aku, Syila dan Aisyah serta Andi. Aku babak finalnya masih hari terakhir. Saat Andi main di babak final, kami semua mendukungnya pertandingan menuju babak final antara Andi pesilat dari Madura melawan Ach. Yani dari Malang. Kami hampir tak bisa bernafas saat andi tergeletk di gelenggang akibat pukulan Yani yang salah sasaran mengenai mata Andi.

Andi cukup lama tergeletak sampai dokter pertandingan di panggil oleh wasit untuk memeriksa andi. Kerena pukulan yani salah sasaran maka yani langsung di diskualifikasi. Hal ini sudah di lakukan yani sebanyak tiga kali kepada andi sehingga wasit memutuskan andi sebagai pemenang pada partai ini dengan kemenangan didisfikulaifikasi. Andi kini masuk kebabak final yang tak lama kemudian syila dan aisyah yang masuk kebabak final.

Hari berikutnya, Andi,Syila dan Aisyah walaupun mereka masuk finalnya setelah aku tapi mereka bertanding di babak final lebih dahulu dari aku. Andi dan Syila kini mendapat gelar juara. Dua emas telah berhasil di dapat kontingen Madura. Babak pertama dan kedua Aisyah berhasil mendapat poin lebih banyak dari lawannya. Sebelum kembali melanjutkan pertandingan di babak tiga Aisyah membasahi tenggorokannya dengan beberapa teguk air yang sengaja di bawanya untuk melepas dahaga.saat di babak tiga sepertinya Aisyah semakin lemah.”Ding-Ding” suara bel berbunyi dan babak III pun kini berakhir. Aisyah segera menujuke sudut biru dan berkata kepada kepada mas Jaja dan mbak ati “Dadaku terasa sakit”.”tahan dulu ya,ketengah lagi untuk pengumuman pemenang.”Aisyah ke tengah gelenggang agar pemenang segera di ketahui. 

Kami sangat tegang saat itu “ PRITTTTT” bunyi peluit ketua pertandingan. Dan semua wasit juri mengangkat bendera. Saat kulihat ternyata ada tiga bendera biru dan dua bendera merah yang di angkat. Kemudian wasit mengangkat tangan Aisyah karena dia sebagai juaranya. Tetapi dia langsung terjatuh dan pingsan. Aisyah mengeluarkan busa hijau dari mulutnya. Aisyah segera di larikan kerumah sakit. Di rumah sakit dia masih sempat di selamatkan, tetapi racunnya sudah menyebar dan harus di berikan penawar racunnya. Dan dokter mengatakan bahwa penawar racunnya sulit di dapatkan. Di tengah kepanikan kami HPku bordering karena ada panggilan masuk. Setelah ku angkat ternyata dari orang misterius itu.

“Halo,siapa ini”
“ Hahah.Bagaimana kamu belummau mundur”
“Tidak”
“Ow berarti kamu Aisyah mati karena hanya aku yang punya penawarannya”
“Ok-ok berikan penawarnya kepadaku”
“Temui aku nanti jam 03.00 sore “ memutuskan telephonnya
“ Halo….halo…..!

Orang misterius itu tiba-tiba memutuskan telephonnya,aku menceritakan percakapanku dengan dengan orang misterius itu kepada yang lain. Mas jaja menyuruhku untuk tetap pergi ke pertandingan babak final bersama bak ati dan yang lain. Dan mas Jaja yang akan pergi menemui orang misterius itu. Waktu untuk menemui orang misterius itu dan babak final tunggal putra bersamaan. Orang itu memang sengaja supaya aku tidak ikut babak final.” Permisi, pasyen menginginkan yang namanya Dito menemuinya” kata suster keluar dari kamar Aisyah. Akup/..un masuk kekamar Aisyah dan mendekatinya. “dit, berjuanglah berikan satu emas lagi untuk kontingen kita supaya menjadi juara umum,tolong penuhi permintaanku ini mungkin iniadalah permintaanku yang terakhir”. “jangan ngomong seperti itu, aku akan berjuang untuk bisa menyumbangkan mendali emas. Tapi, kamu harus berjanji kamu juga akan berjuanguntuk tetap hidup” jawab aku. “ya, aku mau tidur dulu!. Oh yakalu misalnya aku tidak bisa bertahan mendaliku ambil kamu saja untuk kenang-kenangan”.Aisyah kembali meminta.”sudah jangan ngomong seperti itu, aku keluar dulu ya cepat sembuh” aku keluar dari kamar Aisyah.

Jam kini sudah menunjukkan pukul 14.30 dan aku harus berangkat kegelanggangan untuk babak final. Aku berangkat menggunakan seragam IPSI sambil membawa golok dan toya. Aku berangkat kegelanggangan bersama mbak ati dan teman-teman yang lain. Mereka sangat berharap aku mendapatkan mendali emas supaya kontingen kita bisa jadi juara umum. Saat aku dan teman-teman yang lain berangkat ke gelanggangan, mas Jaja juga berangkat menemui orang misterius itu di alamt yang sudah di kirim orang itu ke aku. Mas Jaja menggantikan aku menemui orang itu agar aku bisa ikut babak final dan Aisyah tetep dapat penawar racun itu. Perasaanku agak gerogi begitu sampai di gelanggangan aku langsung melakukan pemanasan. Disana kau kesulitan mengeluarkan keringat, badanku masih saja terasa dingin walaupun sudah melakukan gerakan-gerakan kecil untuk melatih gerakan-gerakan yang kurang kukuasai. Aku mendapat giliran tampil nomor tiga.

Tampilan finalis nomor satu dan dua mendapat tepuk tangan yang sangat meriah dan durasi tampilnyapun pas tiga menit. “segera mempersiapkan diri nomor undi tiga” pesilat Dito Satria Naga dari kontingen Madura “ panggilan pertama oleh MC pertandingan. Aku segera bersiap diri di sudut matras dengan golok di tangan kananku dan toya di tangan kiriku. Baru aku masuk gelanggang saat MC berkata ”nomor undian tiga segera memasuki gelanggang”. Sebelum aku menginjak matras gelanggang, aku menghentakkan kaki kiriku kelantai sebanyak tiga kali. Kemudian aku masuk dengan sedikit senyuman dan aku membusungkan dadaku supaya terlihat gagah .”GONG…….!” gong berbunyi aku mulai menampilkan jurus tunggal yang terdiri dari dua belas jurus atau seratus gerakan. 

Aku berhasil menyelesaikan jurus tunggal bersamaan dengan bunyi gong kedua. Aku meninggalkan matras dengan bertingkah sama seperti waktu aku masuk tadi. Telfon bak Ati berderingdan saat di angkat rupanya pihak rumah sakit mengabarkan bahwa Aisyah sedang kritis, berarti itu tandanya mas Jaja belum berhasil membawa penawar racunnya aku langsung menuju alamat yang di kirimkan orang miterius itu. Saat aku sampai di sana, mas Jaja dan orang misterius itu masih bertarung. Kemudian aku menyuruh mas Jaja untuk kembali saja kerumah sakit karena Aisyah sedang kritis. Mas jaja akhirnya segera lari dari tempat itu menuju rumah sakit kini akulah yang berjuang untuk mendapatkan penawar itu. “tolong berikan penawarnya, dia tidak bersalah kan yang kamu inginkan adalah aku jadi berikan saja penawarnya” pinta aku dengan suara memelas. Tapi dia membalas perkataanku dengan sinis ”yang aku inginkan adalah kamu menderita karna kamu sudah menghancurkan impianku, jika kamu mau penawar ini kamu harus mengalahkanku dulu”. “baiklah kalau itu keinginanmu aku turuti” jawab aku. 

Dia langsung menyerang aku, akupun langsung menepis serangannya. Kali ini aku menggunakan jurus harimau untuk menghadapinya karena aku tau harimau itu cepat sedangkan orang itu tidak punya sepit. Aku sangat kualahan menghadapi dia karna sudah menguasai pernafasan. Jadi semua seranganku walaupun kena sia-sia saja. Tapi dengan cauk harimauku yang cepat aku dapat mengambil topengnya dan bisa melihat wajahnya. Ternyata dia adalah orang yang pernah ku kalahkan di kejuaraan sebelumnya, mungkin dia menyimpan dendam padaku. Sudah satu jam aku menghadapinya tapi, aku belum bisa mengalahkannya. Hingga aku teringat omongan mas Jaja yang perna melatihku ilmu pernafasan. Aku bermaksud menggunakan ilmu itu walaupun sebenarnya aku belum menguasainya. Saat dia menendangku, aku mengelak darinya dan kutarik nafas sedalam aku bisa kemudian ku lepaskan nafaku bersamaan dengan ku lepaskannya seranganku. Pukulannk tepat mengenai ulu hatinya. 

Orang itu hanya diam menerima pukulannku. Aku fikir dia tidak merasakan pukulannku. Tetapi, setelah beberapa detik dia muntah darah dan jatuh pingsan. Aku segera mengambil penawar racun yang ada di sakunya. Setelah itu aku keluar dari tempat itu menuju jalan, namun karena disitu tempat terpencil, aku tidak menemukan ojek,bus,atau angkutan umum lainnya. Akhirnya aku berlarih melewati jalan pintas menuju rumah sakit tempat Aisyah di rawat. Saat aku sampai di rumah sakit terdengar suara jeritan histeris dari kamar Aisyah dan sepertinya itu adalah jeritan suara mbak Ati. Aku terburu-buru menuju kamar Aisyah, aku terlambat, dia sudah pergi untuk selamanya.”Aisyah………!maafin aku Aisyah aku tidak bisa menyelamatkanmu” teriakku saat itu, kemudian datang mas Jaja dia datang untuk menenangkanku dan berkata “ kamu sudah mewujudkan permintaannya Dit, kamu sudah berhasil menyumbangakn satu mendali emas untuk kontingen kita”.

Sehabis kejadian itu, kami mengurus jenazah Aisyah dan lansung membawanya ke Madura untuk di makamkan disana. Aku bisa juara satu dan menjadikan kontingen Madura sebagai juara umum bahkan, aku menjadi pesilat terbaik di kejuaraan ini karena dukungan Aisyah yang begitu besar padaku. Tapi, kini tidak lagi di dunia ini hanya mendali emasnya yang aku simpan dan menemani hari-hariku. Selamat jalan Aisyah semoga kau tenang disana, aku akan terus berjuang mengangkat nama Madura.














https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih2t08OtRISUZWDMU09U-C81L7gqrNNb2y1kgml1b-23b8OMI0p22c2IHQiVzwmWRQMoPHrYMfueSpggL7-JhHnhLKzMJUYzgnpCztbghCG6vytmIjXPjwI064YJ8TlvRAJcWInmYpENs/s144/chairul-tanjung.jpg
Pendididkan
- SD Van Lith, Jakarta (1975)
- SMP Van Lith, Jakarta (1978)
- SMA Negeri I Budi Utomo, Jakarta (1981)
- Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (1987)

Kegiatan Lain
- Anggota Komite Penasihat Prakarsa Jakarta (Restrukturisasi Perusahaan)
- Delegasi Indonesia untuk Asia-Europe Business Forum
- Anggota Pacific Basin Economic Council
- Pengurus Yayasan Kesenian Jakarta
- Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia
- Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia
- Ketua Yayasan Indonesia Forum
Chairul Tanjung dilahirkan di Jakarta. Ia anak A.G. Tanjung, seorang wartawan di zaman orde lama yang pernah menerbitkan lima surat kabar beroplah kecil. Chairul dan keenam saudaranya hidup berkecukupan. Namun, pada zaman Orde Baru, sang ayah dipaksa menutup usaha persnya karena berseberangan secara politik dengan penguasa. 
Setamat SMA, Chairul masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia pada tahun 1981. Chairul menghadapi masalah pada biaya kuliahnya. Ia pun mulai berbisnis dari dasar sekali, berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Selanjutnya, ia membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat tapi bangkrut.
 

Setelah menutup tokonya, Chairul membuka usaha kontraktor. Kurang berhasil, Chairul bekerja di industri baja dan kemudian pindah ke industri rotan. Waktu itulah, ia bersama tiga rekannya ia membangun PT Pariarti Shindutama. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaannya langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Dari sini usahanya merambah ke industri genting, sandal dan properti. Sayang, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha dengan ketiga rekannya, Chairul memilih menjalankan usahanya sendiri. 

Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti : keuangan, properti, dan multi media. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Tugu yang kini bernama Bank Mega yang kini telah naik peringkatnya dari bank urutan bawah ke bank kelas atas. Selain memiliki perusahaan sekuritas, ia juga merambah ke bisnis asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Di sektor sekuritas, lelaki kelahiran Jakarta ini mempunyai perusahaan real estate dan pada tahun 1999 telah mendirikan Bandung Supermall. Di bisnis multimedia, Chairul mendirikan Trans TV, di samping menangani stasion radio dan media on line atau satelit. Ia juga bersiap untuk masuk ke media cetak. 

Di tengah persaingan yang ketat di sektor media televisi, Chairul merasa yakin Trans TV akan mampu bersaing. Ini karena ia melihat pada belanja iklan nasional yang sudah mencapai Rp 6 triliun setahun, 70% di antaranya akan diambil oleh televisi. Jumlah perusahaan Chairul, yaitu Para Group mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahi beberapa sub holding seperti : Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti) dan jumlah karyawan yang dipekerjakan kurang lebih mencapai 5.000 orang.

Dikutip dari detik.com bahwa Chairul Tanjung (CT) yang telah mengakusisi 40% saham PT Carrefour Indonesia direspon positif oleh sesama pengusaha di dalam negeri. Diharapkan Carrefour dibawah Chairul Tanjung bisa mengendepankan kepentingan nasional yaitu dapat menyumbangkan pembinaan terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia.

"Jadi harus betul-betul membela kepentingan kita, jangan justru sebaliknya," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi saat dihubungi detikFinance, Minggu (18/4/2010).

Sofjan mengakui langkah Para Group tersebut merupakan aksi yang positif bagi dunia usaha di Indonesia. Selain itu, kata dia, kehadiran pengusaha lokal disebuah perusahaan asing akan memberikan keyakinan bahwa kiprah Carrefour di Indonesia tidak semata-mata hanya untuk kepentingan pemodal asing.

"Saya harapkan Chairul Tanjung bisa mebantu para pelaku UKM, dengan dia masuk tidak lagi menimbulkan konfrontasi, jadi kuncinya ada di Chairul Tanjung," katanya.

Seperti diketahui, Chairul Tanjung melalui kelompok usahanya yaitu Para Group mengakuisisi 40% saham PT Carrefour Indonesia senilai lebih dari Rp 3 triliun. Akuisisi itu dilakukan Trans Corp melalui PT Trans Ritel, sebuah anak perusahaan Trans Corp.

Setelah akuisisi oleh Trans Corp ini, maka komposisi pemegang saham PT Carrefour Indonesia adalah Trans Ritel (40%), Carrefour SA 39%, Carrefour Netherland BV 9,5%, dan Onesia BV 11,5%.

Setelah membeli 40% saham Carrefour, Chairul kini menjadi komisaris utama PT Carrefour Indonesia didampingi oleh AM Hendropriyono (mantan Kepala BIN) dan S.Bimantoro (mantan petinggi Polri) sebagai komisaris.
Gurita bisnis Chairul Tanjung memang sudah meluas. Setelah menguasai bisnis stasiun televisi, bank hingga waralaba, Chairul Tanjung meluaskan bisnisnya ke ritel dengan membeli 40% saham PT Carrefour Indonesia.

Setelah akuisisi oleh Trans Corp ini, maka komposisi pemegang saham PT Carrefour Indonesia adalah Trans Ritel (40%), Carrefour SA 39%, Carrefour Netherland BV 9,5%, dan Onesia BV 11,5%.

Chairul Tanjung menempatkan dirinya pada urutan ke 937 dari 1.000 orang terkaya didunia versi majalah forbes dengan total kekayaan senilai US$ 1 Miliar. sedangkan daftar 40 orang terkaya Indonesia tahun 2009 versi Forbes yang dirilis, Kamis (3/12/2009). Chairul Tanjung menempatkan dirinya pada posisi ke 13 ,
















http://us.images.detik.com/content/2012/07/17/4/131304_ct.jpg




RANGKUMAN WAWANCARA TV-ONE DENGAN SUSNO DUADJI

Belakangan ini istilah makelar kasus (markus) menjadi kosa kata yang akrab di media massa. Sorotan tajam dari sejumlah media massa yang diarahkan untuk menyelidiki segala bentuk makelar kasus semakin menambah keingintahuan masyarakat terhadap ulah dari segelintir oknum yang tak bertanggungjawab. Oleh karena itu, media massa cetak maupun elektronik berlomba-lomba menyajikan informasi terbaru dari perkembangan kasus tersebut.
 Praktik markus disinyalir banyak terjadi di institusi penegak hukum, tak terkecuali di kepolisian dan kejaksaan. Mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Susno Duaji menyatakan bahwa markus banyak berkantor di Mabes Polri, hal itu menguatkan asumsi publik terkait kebenaran isu tersebut. Nama yang akhir-akhir ini mencuat karena namanya disebut oleh mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji memiliki uang sebesar Rp 25 miliar dalam rekening pribadinya adalah Gayus Tambunan. Lelaki yang memiliki nama lengkap Gayus Halomoan Tambunan ini bekerja di kantor pusat pajak dengan menjabat bagian Penelaah Keberatan Direktorat Jenderal Pajak. Posisi yang sangat strategis, sehingga ia dituduh bermain sebagai makelar kasus (markus). Kasus pun berlanjut karena diduga banyak pejabat tinggi Polri yang terlibat dalam kasus Gayus.
 Belum tuntas dengan Makelar Kasus (Markus), kini muncul istilah baru yakni Makelar Berita (Marta), itulah tanggapan orang kampung yang kini lebih melek informasi seiring era keterbukaan saat ini. Dua istilah itu mungkin bukan istilah baru untuk para pakar dibidangnya atau bagi mereka yang sudah lama melek informasi. Tapi bagi ‘orang awam’ istilah ini bisa jadi memang baru mereka dengar. Seperti halnya istilah lainnya yang berkembang di saat Pemilu 2009, Prita Mulyasari, Kasus Antasari, konflik KPK-Polri, Skandal Bank Century, dll. Seiring waktu dan seiring agenda setting media massa khususnya yang mengurangi intensitas pemberitaan pada topik-topik yang belum tuntas tersebut, istilah-istilah yang berkembang dalam kasus-kasus itu pun ikut tenggelam dan tergantikan istilah baru. Dan istilah yang kini sedang naik daun adalah Makelar Kasus atau disingkat Markus dan Makelar Berita atau Marta
 Setelah terungkap kasus Gayus Tambunan dan para petinggi Polri, Markus atau makelar kasus kembali memakan korban. Namun kali ini bukan pegawai pajak yang terseret. Anehnya justru jurnalis TV One yang terlibat. Presenter Indy Rahmawati, pembawa acara Apa Kabar Indonesia pagi TV One kabarnya merekayasa seorang pekerja dunia hiburan menjadi markus palsu. Markus palsu itu bernama Andri Ronaldi alias Andis. Ia mengaku dibayar 1,5 juta rupiah untuk bersaksi di acara tersebut. Dalam acara itu Andis identitasnya sengaja disamarkan. Kepada pemirsa Andis mengaku sudah 12 tahun menjadi makelar kasus di lingkungan Mabes Polri.
 Polisi yang berkepentingan dengan masalah ini kemudian mencari tahu siapa markus yang bersaksi di TV One tersebut. Setelah melakukan penelusuran, akhirnya Andis pun diciduk dan terbongkarlah sandiwara memalukan TV One itu. Hari ini mabes polri akhirnya melaporkan TVOne ke Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Kepada polisi, Andis mengaku diminta berbicara sesuai skenario yang telah dibuat sang presenter. Andris mengaku, malam sebelum tayangan tersebut, dia dihubungi presenter TV One Indy Rachmawati untuk mencarikan nara sumber terkait kasus Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia. Namun, pada akhirnya, dia justru diminta hadir sebagai narasumber terkait markus di Polri. Andis mengaku tidak berbohong atas pernyataannya itu. Dia berani mempertanggungjawabkannya.
 Tertangkapnya Andis membuat pihak TV One panik, mereka tetap berusaha melakukan pembelaan diri. TVOne akan menuntut Andis, pria yang mengaku disuruh berperan sebagai makelar kasus di Mabes Polri dalam wawancara di televisi tersebut pada 18 Maret 2010 dengan bayaran Rp 1,5 juta. Hal tersebut dikatakan oleh Totok Suryanto selaku Direktur Penyiaran TV One dalam sebuah jumpa pers di Jakarta, pada hari Jumat 9 April 2010. Totok beralasan bahwa saat menjadi narasumber, Andis mengaku sebagai markus dan diyakini benar oleh TVOne. Tindakan Andis juga dianggap sebagai bentuk pencemaran nama baik Indy Rachmawati terkait isu rekayasa yang dilakukannya. Totok juga mengungkapkan bahwa proses penghadiran Andris di Apa Kabar Indonesia Pagi 18 Maret 2010, sudah melalui beberapa tahapan termasuk verifikasi narasumber.
 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) beranggapan pengaduan Mabes Polri kepada Dewan Pers terhadap dugaan rekayasa siaran TV One terkait oknum makelar kasus (markus) palsu masih perlu pembuktian.
 Pihak TV One mengelak dan yakin bahwa narasumber yang dihadirkan tersebut, merupakan narasumber asli, bahwa dia adalah seorang markus. Namun, Polri berhasil mengumpulkan bukti print-out Blackberry Massenger (BBM) antara presenter Indy Rahmawati dengan Andis, serta pengakuan dari Andis yang mengaku dijebak oleh TV One untuk menjadi markus palsu.

































KEHIDUPAN
Oleh Joe Kurniawan


Lembayung senja
terbang di ufuk barat
surya pun pergi...tenggelam

Pertemuan ini
di iringi tangisan rembulan
terhimpit awan hitam

Jangan pernah berfikir
bahwa kita tak'an pernah mati
mentari pun akan terbit
dan pula akan pergi seiring malam bersemi

Sajak kehidupan
terukir dalam kenangan kisah
keabadian dunia

Senyuman harapan
terlukis dalam kepedihan
raga....

Dan jangan pernah berfikir
bahwa kita akan selalu abadi
mentari pun akan terbit
dan pula akan pergi seiring
malam bersemi....






Negara Dengan Kualitas Pendidikan Terbaik Di Dunia

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia?
Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.
Finlandia
Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.
Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.
Apa gerangan kuncinya?
Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar